MESIN DIESEL
Mengenal
sedikit motor diesel
Mesin yang ditemukan oleh RUDOLF DIESEL konsturksinya tidak berbeda
jauh dengan motor bensin yang dikenal dengan sebutan mesin OTTO . Beberapa
bagian komponennya punya tugas yang sama dengan motor bensin, seperti cylinder
blok, cylinder head, poros engkol, poros bumbunga, assembly penggerak,
mekanisme penggerak katupnya, dan sebagainya. Perbedaan antara motor diesel
dengan motor bensin adalah cara pemberian dan penyalaan bahan bakarnya,
perbandingan kompresinya, desain komponennya, daya dan kecepatannya yang
dihasilkan oleh proses pembakaran/kompresi pada ruang bakar.
1. Cara Pemberian dan Penyalaan Bahan Bakar
1. Cara Pemberian dan Penyalaan Bahan Bakar
Perbedaan utama terletak pada bagaimana memulai sesuatu pembakaran
dalam ruang silinder. Motor bensin mengawali pembakaran dengan disuplainya
listrik tegangan tinggi, sehingga menimbulkan percikan bunga api di antara
celah busi untuk memulai pembakaran gas. Sedangkan Motor diesel memanfaatkan
udara yang dikompresi dan pengkabutan dari bahan bakar solar yang di semprotkan
oleh injector bertekanan tinggi untuk memulai pembakaran bahan bakar solar.
Baca Selengkapnya
Baca Selengkapnya
Dengan perbandingan kompresinya sangat tinggi sampai berkisar 22 :
1, akibatnya tekanan naik secara mendadak ( berlansung dalam beberapa milidetik
) suhunya dapat mencapai 800-1000o celcius pada silinder. Suhu
setinggi itu dapat menyalakan bahan bakar solar.
Menjelang akhir langkah kompresi, solar disemprotkan
ke udara yang sangat panas itu. Akibatnya, bahan bakar langsung terbakar sebab
titik nyala solar sendiri sekitar 40-100o celcius. Karena pembakaran
terjadi akibat tekanan kompresi yang sangat tinggi tadi, maka mesin diesel di
sebut juga mesin penyalaan kompresi ( compression ignition engine ). Sedangkan
mesin bensin di kenal dengan mesin penyalaan bunga api (spark ignition engine).
Dalam mesin bensin bahan bakar dan udara dicampur di luar silinder yaitu dalam karburator dan saluran masuk ( intake manifold ). Sebaliknya mesin diesel tidak ada campuran pendahuluan udara dan bahan bakar di luar slinder, hanya udara murni yang terhisap dari langkah isap yang disalurkan ke ruang bakar/silinder ( liner ) melalui intake manifold.
Dalam mesin bensin bahan bakar dan udara dicampur di luar silinder yaitu dalam karburator dan saluran masuk ( intake manifold ). Sebaliknya mesin diesel tidak ada campuran pendahuluan udara dan bahan bakar di luar slinder, hanya udara murni yang terhisap dari langkah isap yang disalurkan ke ruang bakar/silinder ( liner ) melalui intake manifold.
2. Perbandingan Kompresi Mesin Diesel dengan Motor Bensin
Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume udara dalam
silinder sebelum langkah kompresi dengan volume sesudah langkah kompresi.
Perbandingan kompresi untuk motor-motor bensin adalah berkisar 8 : 1 sedangkan
perbandingan yang umum untuk motor-motor diesel adalah 16-22 : 1. Perbandingan
kompresi yang tinggi pada motor diesel menimbulakan kenaikan suhu udara cukup
tinggi untuk menyalakan bahan bakar tanpa ada letikan bunga api. Hal ini
menyebabkan motor diesel mempunyai efisiensi daya yang besar sebab kompresi
yang tinggi menghasilkan pemuaian yang besar dari gas-gas hasil pembakaran
dalam slinder.
Efisiensi daya yang tinggi, yang dihasilkan pembakaran motor diesel
harus diimbangi dengan kekuatan komponen-komponen enginenya agar dapat menahan
gaya-gaya maupun getaran yang besar dari pembakaran yang sangat besar.
3.Disain Komponen Mesin Diesel dan Bensin
Sudah dikatakan bahwa mesin diesel haruslah dibuat kokoh dan kuat
untuk dapat menahan gaya
pembakaran yang sangat besar. Pada umumnya bagian-bagian yang dikuatkan adalah
conneting rod , crankshaft, camshaft, serta sejumlah komponen-komponen
utama engine untuk mendukung poros engkol. Mesin yang saat ini banyak
dipakai adalah mesin kalor atau biasa disebut motor bakar. Motor bakar
memanfaatkan energi panas untuk menghasilkan energi mekanik. Energi panas
tersebut diperoleh dari proses pembakaran yang terjadi baik di dalam silinder
maupun di luar silinder. Jika pembakaran berlangsung di dalam silinder maka
disebut Internal Combustion Engine (mesin pembakaran dalam). Sedangkan
mesin dengan proses pembakarannya di luar silinder disebut External
Combustion engine (mesin pembakaran luar). Sementara kendaraan roda dua
atau roda empat yang banyak ditemui di jalan umumnya menggunakan Internal
combustion engine. Internal combustion engine sendiri terbagi ke
dalam beberapa jenis seperti motor bensin, motor diesel, motor gas, turbin gas,
dan propulsi pancar gas.
Mesin bensin adalah mesin yang bekerja dengan cara memasukan panas
dari percikan bunga api listrik dari busi pada campuran udara dan bahan bakar
yang dikompresikan. Berbeda sekali dengan kerja mesin diesel. Mesin diesel
adalah mesin yang bekerja dengan cara menginjeksikan bahan bakar pada udara
yang telah dikompresikan sehingga memiliki tekanan dan temperature tinggi.
Selain itu mesin diesel pun bekerja dalam kompresi yang cukup tinggi, yaitu
mencapai 1 : 18. Dibandingkan dengan mesin bensin yang hanya mencapai 1 : 8.
Perbedaan – perbedaan ini sangat signifikan. Akibatnya perawatan dan
penanganannya berbeda sekali. Kadang-kadang orang dengan salah kaprah
menyamakan begitu saja perawatan diantara kedua jenis mesin tersebut.
Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang
menerima paten pada 23 Februari 1893. Dia mempertunjukkannya pada
Exposition Universelle (Pameran Dunia)
tahun 1900 dengan menggunakan
minyak kacang. Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.
Pada prinsipnya kerja mesin diesel memiliki empat langkah piston (
4-stroke atau di pasaran dikenal dengan 4-tak ) sepeti halnya mesin bensin.
Yaitu udara murni dihisap ke dalam silinder melalui saluran masuk (intake
manifold) lalu dikompresikan oleh piston. Sehingga tekanan dan
termperaturnya naik. Pada akhir langkah kompresi bahan bakar mesin diesel
di-injeksikan ke dalam silinder melalui nozzle dalam tekanan tinggi.
Proses ini mengakibatkan terjadinya penyalaan dalam ruang bakar dan
menghasilkan ledakan yang akan mendorong piston. Gerak translasi piston yang
dihasilkan oleh ledakan tadi adalah sebuah usaha/gaya yang akan
diteruskan ke poros engkol untuk dirubah menjadi gerak rotasi. Gerak rotasi
poros engkol yang terhubung dengan fly wheel mengakibatkan piston terdorong
kembali untuk menekan gas sisa pembakaran ke luar silinder melalui saluran
buang (exhaust manifold).
Mesin diesel sulit beroperasi pada saat silinder dingin. Untuk
membantu mesin melakukan gerak mula pada saat silinder dingin beberapa mesin
menggunakan busi pemanas (glow plug) untuk memanaskan silinder sebelum
penyalaan mesin. Lainnya menggunakan pemanas “resistive grid” dalam “intake
manifold” untuk menghangatkan udara masuk sampai mesin mencapai suhu operasi.
Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam silinder dengan efektif
memanaskan mesin. Busi pemanas ini tidak digunakan pada mesin diesel jenis
direct injenction.
Komponen-komponen yang ada dan bekerja dalam mesin diproduksi dengan
dengan sangat teliti. Sementara komponen-komponen tesebut bekerja dalam mesin
dengan temperatur kerja mesin yang mencapai lebih dari 800 C dan
beban kerja dalam ruang silinder yang mencapai temperature 3000
sampai 5000 C pada tekanan 2492 kPa
(30
Kgf/cm2).
Teknologi internnal combustion chamber, seperti yang ditulis
pada harian republika edisi 16 juli 1993, sebagai teknologi lawas yang dianggap
para ilmuwan sebagai lompatan terbesar dalam teknologi otomotif yang sampai
saat ini belum tergantikan memerlukan perhatian dan perlakuan yang baik.
Beban kompresi yang tinggi, konstruksi yang besar, dan momen puntir
yang dihasilkan cukup besar, menghasilkan pula rendemen panas yang tinggi. Maka
akan menjadi pertanda buruk jika banyak energi panas yang terbuang ketika mesin
bekerja. Perlu Untuk mengatasinya adalah dengan mengoptimalkan kemampuan
komponen-komponen pendukung yang bekerja dalam mesin agar tetap dalam kondisi
prima sesuai dengan spesifikasi. Sehingga tidak banyak energi panas yang
terbuang percuma.
Antara mesin diesel dan mesin bensin memiliki keunggulan dan kelemahan
masing-masing. Salah satu yang biasanya dirasakan adalah mesin bensin lebih
responsif dibandingkan diesel. Sementara mesin diesel memiliki output momen
(torsi) yang lebih baik daripada mesin bensin pada putaran yang sama. Dilihat
dari konstruksinya, mesin diesel lebih besar dan berat daripada mesin bensin
pada spesifikasi tenaga yang sama.
Air fuel Ratio (AFR) atau rasio udara dan bahan bakar mesin diesel
berlebih dibandingkan mesin bensin. AFR mesin diesel mencapai 1 : 16 sampai
dengan 160. Artinya satu bagian bahan bakar membutuhkan 16 s/d 160 bagian udara
untuk melayani proses pembakaran di dalam silinder. Hal lain yang berhubungan
erat dengan AFR adalah emisi gas buang yang dihasilkan. Dilihat dari sisi emisi
gas buang, gas NOx yang dihasilkan dari pembakaran mesin diesel mengandung
kelebihan oksigen karena mesin diesel dioperasikan dengan AFR yang lebih
kurus dari AFR secara teoritis yang mencapai 1 : 14,7. Normalnya
konsentrasi oksigen di gas buang adalah 1 – 2 %. Tingginya konsentrasi oksigen
di gas buang akan menyebabkan tingginya konsentrasi senyawa NOx. Senyawa
NOx ini sangat tidak stabil dan bila terlepas ke udara bebas, akan berikatan
dengan oksigen untuk membentuk Nitrat oksida (NO2). Inilah yang amat berbahaya
karena senyawa ini amat beracun dan bila terkena air akan membentuk asam
nitrat. Keuntungan lain dari AFR yang kurus pada mesin diesel adalah rendahnya
kandungan Karbon monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada gas buang.
Konstruksi mesin diesel yang lebih berat dan besar dibandingkan
mesin bensin, selain memakan tempat pada kompartement mesin, juga mengakibatkan
putaran maksimum yang rendah. Yaitu hanya mencapai kurang lebih 5000 Rpm. Dan
berimplikasi pada out put maksimum yang rendah pula.
Meskipun tekanan maksimumnya lebih tinggi dari mesin bensin, yaitu
bisa mencapai 5,8 sampai dengan 8,8 kpa (60 – 90 kgf/cm2), tidak mampu
mendongkrak out put maksimum dari mesin diesel. Karena tingginya tekanan
tersebut dikarenakan perbandingan kompresi yang tinggi. Perbandingan kompresi
mesin diesel bisa mencapai 1 : 15 s/d 23. nilai perbandingan kompresi diperoleh
dari jumlah volume langkah ditambah volume kompresi dibandingkan dengan volume
kompresi. Tingginya perbandingan kompresi tersebut dalam mesin diesel sangat
dibutuhkan untuk memperoleh tekanan dan temperatur yang tinggi dari udara yang
masuk ke dalam silinder. Sementara di mesin bensin tidak diperlukan kompresi
setinggi itu untuk menghasilkan pembakaran. Karena pembakaranya dilakukan oleh
percikan api dari busi.
Sebelumnya banyak orang beranggapan bahwa mesin diesel itu kotor,
kasar dan lambat. Maka, mesin diesel diidentikan dengan truk, kendaraan berat,
traktor dan yang lainnya. Tapi, seiring dengan perkembangan teknologi otomotif
anggapan harus dihilangkan. Penyempurnaan pembakaraan dan teknologi catalyc
converter berhasil membersihkan gas buang. Audi R40 telah membuktikan
ketahanan mesin diesel dengan menjuarai lomba ketahanan mesin 24 jam di Le Mans
2006. Dan yang menarik dari mesn diesel adalah mesin diesel dikenal hemat dalam
hal konsumsi bahan bakar dan memiliki torsi yang besar. Menurut pabrikan mobil
PSA, teknologi diesel terbaru bisa mencapai efesiensi bahan bakar sebesar 20 %
dibandingkan teknologi tahun 1980-an dengan peningkatan tenaga dua kali lipat.
Kendaraan dengan mesin diesel terbaru bisa mencapai jarak 100 km hanya dengan 3
liter bahan bakar.
Pada masa mendatang mesin diesel akan semakin efesien dengan
dikembangkannya bahan bakar biodiesel. Ini berarti akan membantu mengurangi
ketergantungan kepada bahan bakar fosil yang cadangannya terbatas dan tidak
bisa tergantikan. Peralihan ke mesin diesel akan membantu pemeliharaan
lingkungan dan penghematan devisa yang pada tahun 2007 ditargetkan pemerintah
sebesar 25 miliar rupiah pertahun melalui penggunaan biodiesel.

Posting Komentar untuk "MESIN DIESEL"